"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk jannah (surga), padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa malapateka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata: 'Bilakah datangnya pertolongan Allah.' Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah amat dekat." (Al-Baqarah: 214).
Rabu, 13 Juli 2011
Hari Yang dilarang Puasa
Hari-hari yang dilarang puasa meliputi sebagai berikut.
1. Dua Hari Raya
Para ulama telah sepakat (ijma') atas haramnya berpuasa pada kedua hari raya, baik puasa fardu maupun puasa sunnah, berdasakan hadis Umar ra, "Sesungguhnya Rasulullah saw melarang puasa pada kedua hari ini. Adapun hari raya Idul fitri, ia merupakan hari berbuka dari puasamu, sedang hari raya Idul adha maka makanlah hasil kurbanmu." (HR Ahmad dan imam empat)
2. Hari-Hari Tasyriq
Haram berpuasa pada hari-hari tasyriq, yaitu tiga hari berturut-turut setelah hari raya Idul adha (tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijah), berdasakan riwayat Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah mengutus Abdullah bin Hudzaifah berkeliling kota Mina untuk menyampaikan, Janganlah kamu berpuasa pada hari ini karena ia merupakan hari makan minum dan berzikir kepada Allah." (HR Ahmad dengan sanad yang jayyid).
3. Berpuasa pada Hari Jumat secara Khusus
Hari Jumat merupakan hari raya mingguan bagi umat Islam. Oleh sebab itu, agama melarang berpuasa pada hari itu. Akan tetapi, jumhur (sebagian besar ulama) berpendapat bahwa larangan itu berarti makruh,bukan menunjukkan haram, kecuali jika seseorang berpuasa sehari sebelum atau sesudahnya atau sesuai dengan kebiasaannya atau secara kebetulan bertepatan pada hari Arafah (9 Dzulhijah) atau hari Asyura (10 Muharam), maka tidaklah makruh berpuasa pada hari Jumat itu.
Puasa Ramadhan
Puasa itu ada dua macam, puasa fardhu dan puasa tathawwu' atau puasa sunnah. Puasa fardhu ada tiga macam, yaitu puasa Ramadhan, puasa Kaffarah dan puasa Nadzar.
Puasa Ramadhan adalah salah satu kewajiban yang di bebankan oleh Allah SWT kepada kita. Ia merupakan rukun Islam yang keempat. Kewajiban tersebut ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian puasa Ramadhan sebagaimana diwajibkannya puasa itu kepada umat-umat yang terdahulu sebelum kalian, agar kalian bertaqwa." (Al-Baqarah: 183).
Arti Puasa
Puasa secara bahasa (Etimologi) berarti al-imsaak (menahan). Maksudnya menahan dari apa saja. Menahan dari bicara berarti puasa bicara, menahan dari tidur berarti puasa tidur, menahan dari makan dan minum berarti puasa makan dan minum, dan lain-lain. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT di bawah ini:
"Inni Nadzartu lirrahmaani Shauma" (sesungguhnya aku bernadzar kepada Tuhan Yang Maha Pengasih untuk berpuasa). (Maryam: 26). Puasa di sini maksudnya menahan diri dari berbicara.
"Inni Nadzartu lirrahmaani Shauma" (sesungguhnya aku bernadzar kepada Tuhan Yang Maha Pengasih untuk berpuasa). (Maryam: 26). Puasa di sini maksudnya menahan diri dari berbicara.
Sedang menurut istilah ulama fiqh (terminologi), puasa berarti menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa disertai niat pada malam harinya, sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.
Fiqih Puasa
Puasa adalah menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, sejak terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari.
RUKUN PUASA
Orang yang berpuasa harus melakukan dua hal:
- Niat, yaitu berkehendak dalam hati untuk melakukan ibadah puasa. Niat adalah perbuatan hati dan bukan aktivitas lisan. Karenanya sekedar melafalkan niat tanpa kehendak dalam hati bukanlah dinamakan niat. Adapaun waktu niat puasa adalah sebelum terbit fajar jika puasa tersebut adalah fardlu{wajib).
Rasulullah bersabda: "Barang siapa tidak tidak meniatkan puasa sejak malam hari maka tidaklah sah puasanya." (HR. Tirmidzi). Sedangkan untuk puasa sunnah, niatnya boleh dilakukan pada pagi hari, dengan syarat ia belum makan atau minum apapun. Ini berdasarkan hadis riwayat Aisyah RA, bahwasanya beliau berkata: "Suatu hari Rasulullah mendatangiku dan bertanya: Apakah engkau mempunyai makanan?. Aku menjawab: tidak. Kemudian beliau berkata: Kalau begitu aku berpuasa saja." (HR. Muslim)
- Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari tenggelam.
Rabu, 06 Juli 2011
Dizikrulloh
Yaitu merasakan Allah selalu melihatnya sehingga setiap aktivitasnya senantiasa ada dalam tataran fitrahnya (mengikuti petunjuk Allah), yaitu ada dalam situasi tentram dan damai, penuh keimanan yang merupakan cahaya didalam menjalani kehidupannya. “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al Ahzab 33: 41-43).
Selasa, 05 Juli 2011
Sakit Hati
Sakit hati dapat dialami siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.Bila tidak diantisipasi dengan tepat dan cepat, bisa membuat suasana hati dan pikiran sumpek. Rasa sakitnya pun jadi berlarut-larut.
Tips di bawah ini mudah-mudahan bisa membuat hati Anda yang lagi sumpek kembali lapang: 1. Singkirkan dulu persoalan yang bikin sakit hati. Ingat saja hal- hal yang menyenangkan, semisal prestasi atau keberhasilan- keberhasilan Anda selama ini.
2. Pergilah ke tempat-tempat menyenangkan atau datangi orang-orang yang bersedia dijadikan tempat curhat Anda.
3. Bila masih ada yang mengganjal di hati, keluarkan unek-unek dengan melakukan monolog mental di depan cermin atau menuliskannya di buku harian.
4. Menangislah bila perlu, atau menjerit di tempat sunyi. Bisa juga sekadar mengepalkan tinju kuat-kuat, lalu memukulkannya ke udara kosong.
5. Jika panas di hati mulai sedikit mereda, coba ingat-ingat kebaikan atau kelebihan orang yang telah menyakiti hati Anda. Seburuk apa pun manusia, pasti ada kebaikannya.
6. Pelan-pelan maafkan dan lupakan kejadian yang menyesakkan hati itu.
7. Tanyakan pada diri sendiri, apakah kini Anda telah benar-benar dalam kondisi netral dan positif untuk kembali menjalani hidup sehari-hari
2. Pergilah ke tempat-tempat menyenangkan atau datangi orang-orang yang bersedia dijadikan tempat curhat Anda.
3. Bila masih ada yang mengganjal di hati, keluarkan unek-unek dengan melakukan monolog mental di depan cermin atau menuliskannya di buku harian.
4. Menangislah bila perlu, atau menjerit di tempat sunyi. Bisa juga sekadar mengepalkan tinju kuat-kuat, lalu memukulkannya ke udara kosong.
5. Jika panas di hati mulai sedikit mereda, coba ingat-ingat kebaikan atau kelebihan orang yang telah menyakiti hati Anda. Seburuk apa pun manusia, pasti ada kebaikannya.
6. Pelan-pelan maafkan dan lupakan kejadian yang menyesakkan hati itu.
7. Tanyakan pada diri sendiri, apakah kini Anda telah benar-benar dalam kondisi netral dan positif untuk kembali menjalani hidup sehari-hari
Rahmat Alloh SWT
Banyak kisah kesembuhan para jamaah melalui pintu zikir. Padahal liku-liku hidupnya sangat memprihatinkan. Misalnya, kisah seorang jamaah yang putri seorang jenderal terkenal ibu kota. Wanita jelita ini berpacaran dengan seorang pemuda tampan anak pengusaha top. Tetapi, ketika hendak menikah, ternyata si cowok telah menghamili cewek lain. Akibatnya, sang wanita patah hati, padahal dirinya sedang hamil juga. Sebagai seorang jenderal terkenal, sang ayah pun malu. Terpaksa sang anak menggugurkan kandungannya. Setelah itu, hidup wanita ini mulai menyedihkan. Wanita cantik ini terjatuh ke lembah nista. Hingga suatu ketika, tersiar kabar yang menyakitkan, wanita ini terserang HIV.
Langganan:
Postingan (Atom)